Pembangunan Infrastruktur dan Penanganan Kawasan Sungai Citarum  Prioritas Utama Pemdaprov Jabar  

Pembangunan Infrastruktur dan Penanganan Kawasan Sungai Citarum  Prioritas Utama Pemdaprov Jabar. (Dok: Humas Jabar)  

JURNAL JABAR – Pembangunan infrastruktur dan penanganan kawasan Sungai Citarum menjadi dua prioritas utama Pemda Provinsi Jabar.

Demikian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi).

Ia katakan itu, usai penandatanganan “Perjanjian Kerja Sama antara Pemdaprov Jabar, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, PT Jasa Marga, dan PTPN I Regional 2” di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu, 3 Desember 2025.

Baca juga: Mantap! 200 Hektare Lahan PTPN yang Curam, akan Dialih Fungsikan Gubernur KDM dari Sayuran menjadi Teh

Menurut Gubernur KDM, pembangunan difokuskan pada beberapa sektor yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Pertama, kita menyampaikan beberapa kebijakan di Pemdaprov Jabar. Infrastruktur jalan, irigasi, jembatan dan perumahan rakyat miskin, itu menjadi bagian fokus kita. Termasuk penerangan jalan umum dan ketenagalistrikan,” ujarnya.

Ia menyoroti pembangunan dua jembatan di Karawang Barat yang dilaksanakan Pemdaprov Jabar melalui skema multiyears.

Baca juga: Pengamat Menilai Gubernur Dedi Mulyadi Datang ke BI untuk Menjaga Citra Menkeu Purbaya

Meski berada di jalan nasional dan berdiri di atas lahan milik PT Jasa Marga, Pemdaprov Jabar mengambil langkah percepatan karena mendesaknya kebutuhan masyarakat.

“Karawang Barat itu kan sebetulnya jalan nasional dan tanahnya tanah Jasamarga. Akan tetapi, karena kebutuhan mendesak, Pemdaprov membangun dua jembatan disitu dengan program multiyears,” ucapnya.

Gubernur KDM mengatakan, pemerintah pusat memberikan dukungan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Skema itu, menjadi bentuk kolaborasi yang saling menguatkan antara pusat dengan daerah.

Baca juga: Bupati Bandung Kang DS Sebut 28 Desa di Kabupaten Bandung Masuk Peta Kerawanan Pangan  

“Pak menteri juga akan memberikan bantuan dan Inpres Jalan Daerah (IJD) untuk beberapa jalan provinsi. Jadi kita tukeran, yang ini dikerjakan provinsi, yang ini pusat juga membantu,” katanya.

Urgensi penanganan Sungai Citarum

Pada kesempatan itu, ia juga kembali menekankan urgensi penanganan Sungai Citarum. Menurutnya, pengawasan pembuangan limbah dan kualitas lingkungan DAS Citarum harus diperketat.

Pasalnya,   berpengaruh pada ketahanan pangan nasional. “Citarum, pengelolaannya dan pengawasan pembuangan limbahnya itu, harus menjadi fokus,” ujar KDM.

Baca juga: Entaskan Kemiskinan Sektor Perumahan, Pemkab Sumedang Serahkan Bantuan BSPS, Awas Jangan Ada Pengurangan Dana dan Spek!

Untuk memastikan percepatan penanganan, lanutnya, akan melakukan inspeksi lapangan secara rutin mulai Januari 2026.

“Nanti Januari saya mulai turun ke lapangan. Kita mulai dari Jatiluhur, Cirata, Saguling. Inspeksi dilakukan sebulan sekali agar terlihat perkembangan dan masalahnya,” tuturnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, dokumen kerja sama yang ditandatangani tidak memuat nilai anggaran.

Baca juga: Ini Cara Daftar Tiket di West Java Festival 2025 di Bandung, Ada Konser Musik dan Bazar Kulinernya Loh, Catat Tanggalnya

“MoU tidak memuat nilai anggaran. Isinya penyerahan kewenangan kepada provinsi untuk menangani beberapa ruas jalan nasional. Jadi bukan soal uang, tetapi mandat pekerjaan,” kata KDM menjelaskan.

Ia menambahkan, sejumlah pembangunan yang dilaksanakan Pemdaprov Jabar untuk mendukung kabupaten/kota akan menggunakan alokasi pendanaan dari IJD.

“Nanti juga ada beberapq kegiatan provinsi untuk kabupaten yang berasal dari alokasi dana IJD,” ucapnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *