JURNAL JABAR – Pangkalan TNI AU (Lanud) Sulaiman siap memperluas cakupan wilayah sekolah termasuk jumlah pelajarnya, untuk mengikuti kegiatan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI).
Kesiapan itu, mengingat begitu penting dan bermanfaatnya kegiatan Persami KKRI dalam menanamkan disiplin, karakter kebangsaan serta bela negara bagi generasi muda, khususnya para pelajar.
Seperti halnya pada acara Persami KKRI Gelombang-4 Triwulan I Tahun Anggaran 2026 di Mako Lanud Sulaiman, Bandung, Sabtu, 7 Februari 2026. Acara yang berlangsung dua hari itu, diikuti 500 peserta. Pesertanya berasal dari 8 SMA dan SMK di sekitar Lanud Sulaiman yang terdiri dari 262 putera dan 238 puteri.
Baca juga: Lanud Sulaiman Kolaborasi dengan Pemda Kabupaten Bandung Tebar Benih Pohon Melalui Udara
“Kalau nanti kami diberi kepercayaan lagi oleh pimpinan untuk menyelenggarakan kegiatan ini lagi, kami akan memperluas cakupan wilayah ke sekolah-sekolah lainnya. Kita juga siap menambah jumlah pesertanya,” ujar Komandan Pangkalan TNI AU Sulaiman, Marsekal Pertama TNI Eko Sujatmiko, M.M.

Ia katakan itu, pada Pembukaan Persami KKRI Gelombang-4 Triwulan I Tahun Anggaran 2026 di Halaman Mako Lanud Sulaiman, Margahayu, Kabupaten Bandung, Sabtu, 7 Februari 2026.
Hadir, di antaranya Bupati Bandung Dadang Supriatna yang diwakili Sekda Kabupaten Bandung Cakra Amiyana, Aster Korps Pasgat Kolonel Pas Dodi Irawan, Kabidevallap Pusdik Kodiklatau.
Baca juga : Danlanud Sulaiman Buka BK Porprov XV/2026 Cabang Aeromodelling Jawa Barat
Selain itu, Kadisdik Jabar, Kapolresta Bandung, Dandim 0624 / Kabupaten Bandung, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bandung dan tamu undangan lainnya.
Persami di Lanud Sulaiman Istimewa
Menurutnya, kegiatan Persami di Lanud Sulaiman, dinilai sangat istimewa karena dulu Lanud Sulaiman adalah Lanud pendidikan dan merupakan Lanud tertua.
“Keistimewaan itu ditunjang para pengajar, instruktur, pembina dan pelatih yang pengalamannya sangat baik. Kalau di militer itu, punya sertifikat guru militer,” ujar Eko.
Ia mengatakan, kegiatan Persami merupakan wadah pembinaan generasi muda yang sangat strategis. Hal itu, guna membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, nasionalisme, serta semangat bela negara sejak dini.
“Kegiatan ini, perintah langsung dari Bapak Presiden untuk KKRI. Sekarang, gelombang 4 di Lanud Sulaiman ini,” tuturnya.
Lebih jauh Eko menjelaskan, kegiatan Persami KKRI pun menjadi wadah pembinaan guna mencegah dampak buruk dari pergaulan lingkungan yang negatif bagi para generasi muda.
Contohnya, banyak kerusuhan yang sebagian besar melibatkan anak-anak. Bahkan 90 persennya, anak-anak sekolah atau pelajar.
“Mereka itu masih dalam proses pencarian jati diri. Nah, dengan kegiatan ini, kita arahkan mereka supaya tidak terkontaminasi dengan pergaulan lingkungan yang negatif,” katanya.
Melalui kegiatan Persami itu, lanjutnya, para generasi muda khususnya para pelajar, diberikan pembinaan dan pengajaran supaya mereka terlindungi dan terhindar dari pergaulan lingkungan yang negatif, seperti halnya pengaruh pengunaan medsos.
Begitu pula dengan bahaya narkoba. Dengan pembinaan tersebut, mereka diberi penjelasan tentang bahaya narkoba. Selain merusak masa depan, merugikan kesehatan fisik dan mental, juga bisa terancam pidana.
“Nah, melalui kegiatan ini, kita jaga dan lindungi mereka supaya tidak terjerumus pada pergaulan dan lingkungan yang negatif.
Termasuk geng-geng motor yang menggunakan knalpot brong (bising), apalagi sampai bertindak anarkis. Kita bina dan ubah karakternya pada berbagai kegiatan positif, produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Materi Pembinaan
Eko menyebutkan, guna membentuk karakter yang baik bagi generasi muda khususnya para pelajar, dalam Persami KKRI itu diberikan materi pembinaan yang sangat komprehensif, sebanyak 18 materi.
Baca juga: Bedah Rutilahu, Polresta Bandung Berharap Jadi Penyemangat Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Tak Mampu
Materi itu, di antaranya Peraturan Baris Berbaris, Bela Negara, Wawasan Nusantara, Pancasila, Kepemimpinan Berwawasan Kebangsaan.
Begitu pula sejarah Perjuangan Bangsa, Bahaya Narkoba dan Penanggulangannya, Psikologi Lapangan, Pengenalan Penanggulangan Bencana serta berbagai materi penting lainnya.
“Saya juga ikut memberikan materi. Materinya, Kepemimpinan Berwawasan Kebangsaan, Bela Negara, Pancasila dan Wawasan Nusantara. Kebetulan saya cukup lama di Lemhanas. Insya Alloh saya akan memberikan pendidikan berkarakter,” tuturnya

Ia berharap, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, melainkan juga mampu membentuk sikap mental yang tangguh, berkarakter, berdisiplin, serta memiliki rasa cinta tanah air yang kuat.
Baca juga: Diskarmatan Kota Bandung Andalkan Pompa Bertekanan Tinggi Bantu Pencarian Korban Longsor Cisarua KBB
“Jadikan Persami KKRI ini sebagai sarana untuk belajar, berlatih, membangun kebersamaan serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang bertanggung jawab,” kata Eko.
Ia menambahkan, pembinaan itu tidak selesai pada kegiatan Persami saja, melainkan ada pembinaan berkelanjutan. Seperti halnya angkatan sebelumnya, yakni 1, 2 dan 3 direkrut ulang untuk dibina lebih lanjut.
“Dari TNI AU, AD dan AL sudah terjaring 65 personel yang mempunyai kemampuan IQ di atas 120. Ini sudah terdata. Khusus di TNI AU, bisa direkrut jadi penerbang,” tuturnya. (Aje)***












