Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Berita

Gakkum KLHK Berhasil Mengungkap Jaringan Perdagangan Online Satwa Endemik Surili dan Lutung Jawa
Petugas dari Gakkum KLHK sedang memeriksa penjual satwa dilindungi Senin (08/06/20) (Photo : Press Release)
Jurnal Bandung Raya

Gakkum KLHK Berhasil Mengungkap Jaringan Perdagangan Online Satwa Endemik Surili dan Lutung Jawa 

 

(Editor : Ryan Agustian)

LineNews.co.id-(Kab. Bandung) – Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil mengungkap pelaku perdagangan satwa liar dilindungi di Bandung, Jawa Barat, pada Jum’at (05/06/2020).

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan (PPH) SustyoIriyono mengatakan bahwa keberhasilan penangkapan ini berawal dari hasil penelusuran Tim Siber Patrol Perdagangan TSL secara daring (online).

Penelusuran tersebut dilakukan oleh Gakkum KLHK dan Balai Besar KSDA Jawa Barat terhadap akun Trisna Lasmana yang memperdagangkan satwa liar dilindungi melalui media sosial sejak Mei 2020.

Dalam penangkapan tersebut ditemukan barang bukti berupa satu ekor Surili, jenis kelamin Jantan (Presbytiscomata) usia sangat muda (4-5 bulan) dan satu ekor Lutung Jawa, jenis kelamin Betina (Trachypithecus auratus) usia sangat muda (4-5bulan).

Petugas dari Aspinall Foundation (Sigit Ibrahim) sedang memperlihatkan barang bukti satwa langka lutung, Senin (08/06/20) (Photo : Press Release KLHK dan Aspinall Foundation)

Gakkum KLHK sertadidukungBBKSDA Jawa Barat dan Reskrim Kepolisian Resor Garut telah berhasil mengamankan pelaku berinisial TL (23 Th) di Haruman sari, Kadungora, Garut.Kemudian Tim melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan inisial JL di Babakan Peuteuy, Cicalengka -Kab. Bandung. Saat ini pelaku telah diamankan dan dilakukan pemeriksaan oleh Tim PPNS guna proses lebih lanjut. Sedangkan Barang Bukti diamankan dan dititip rawatkan di Pusat Rehabilitasi Primata Jawa The Aspinall Fondation – Rancabali Patuha Bandung.

Kondisisatwa liar tersebut menurut keterangan Sigit Ibrahim dari Pusat Rehabilitasi Primata Jawa The Aspinall Foundation – Patuha bahwa kondisinya dalam keadaan sakit. Disebabkan antara lain kesalahan dalam pemberian pakan oleh pemelihara sebelumnya dan usia masih sangat muda sehingga rentan terhadap penyakit.

“Seharusnya satwa tersebut hidup di alam bebas bersama induknya karena masih membutuh kan makanannya dari Air Susu Induknya” ujar Sigit Ibrahim dalam Pressrelease pada Senin, (08/06/20).

Berdasarkan keterangan sementara dari pelaku, satwa liar dilindungi yang diperdagangkan satwa liar jenis Surili rencana dijua lseharga Rp. 1,4 juta sedangkan Lutung Jawa dihargai Rp. 700 ribu.

“Kami akan terus meningkatkan pemantauan aktivitas perdagangan satwa dilindungi online melalui Siber Patrol untuk mendeteksi dini kejahatan perdagangan illegal TSL di dunia maya dan memberantas serta mengungkap jaringan hingga keakarnya”. Tegas, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Ditjen Gakkum KLHK, SustyoIriyono.

Selanjutnya, para pelaku akan dijerat melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf b  jo Pasal 40 ayat (2), Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta. (Press Release)

Related posts