SMK Diminta Bersinergi dengan Program Kang DS Penciptaan Sepuluh Ribu Lapangan Kerja

SMK Diminta Bersinergi dengan Program Kang DS Penciptaan Sepuluh Ribu Lapangan Kerja. (Irsyad/JurnalJabar.com)

JURNAL JABAR  – Para kepala sekolah SMK swasta yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala Sekolah SMK Swasta Kabupaten Bandung,  melakukan audiensi dengan Bupati Bandung Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS, Selasa, 16 September 2025.

Dalam audiensi dan silaturahmi yang dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Bandung itu, mereka ‘curhat’ kepada Bupati mengenai berbagai dinamika dan permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah SMK swasta, khususnya di Kabupaten Bandung.

Ketua Forum Komunikasi Kepala SMK Swasta Kabupaten Bandung, Suwarto mengatakan jika melihat sejarah Indonesia, dunia pendidikan tak dapat dilepaskan dari peran sekolah swasta.

Baca juga: Gedung Permanen Sekolah Rakyat di Ciwidey Bakal Dibangun Tahun 2026, Kemensos Siap Kucurkan Rp200 Miliar

“Namun perkembangan terakhir, kami merasa dipinggirkan terutama oleh kebijakan provinsi. Padahal, kami juga ingin bersinergi untuk mencerdaskan anak bangsa,” jelas Suwarto di hadapan Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Keluhan bantuan pembangunan sekolah

Di antara kebijakan yang dikeluhkan para kepala sekolah SMK swasta adalah bantuan pembangunan sekolah serta sarana dan prasarana untuk SMK negeri dari pemerintah provinsi yang mencapai lebih dari Rp1 triliun di 2026 mendatang.

“Sementara bantuan untuk SMK swasta sangat timpang. Ini terjadi ketimpangan yang luar biasa. Padahal jumlah sekolah swasta itu jauh lebih banyak,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut  Suwarto, para kepala sekolah SMK swasta ingin ‘mengadu’ kepada Bupati Bandung sebagai orangtua seluruh warga Kabupaten Bandung atas berbagai ketimpangan yang terjadi antara SMK negeri dan swasta.

Baca juga: Setelah Penantian Panjang, Jembatan Cikawao Diresmikan Cucun dan Bupati Bandung  

Walau kewenangan SMA/SMK ada di provinsi, pihaknya sebagai warga Kabupaten Bandung dan siswa-siswi  juga warga Kabupaten Bandung ingin mengadu kepada  Bupati.

“Kami juga punya semangat yang sama Ingin memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Bandung. Kami berharap Pak Bupati dapat mencarikan solusi dan perhatian khusus kepada kami SMK swasta, misal seperti beasiswa dan bantuan lainnya,” tambah Suwarto.

Dukung program Pemkab Bandung

Selain itu,  pihaknya juga ingin bersinergi dan mendukung program-program Pemkab Bandung terutama dalam peningkatan kualitas kompetensi para siswa agar dapat mudah terserap lapangan kerja.

“Terima kasih kepada Pak Bupati karena sudah ada beberapa sekolah yang mendapatkan CSR. Intinya kami ingin menyukseskan dan berkolaborasi dengan program-program Pak Bupati untuk kemajuan Kabupaten Bandung,” tuturnya .

Baca juga: Atasi Kemacetan, Bupati Bandung Jajaki Pembangunan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan dan Kereta Gantung

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas berbagai masukan dan semangat kolaborasi yang disampaikan Forum Kepala Sekolah SMK Kabupaten Bandung tersebut.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu,  mengaku sangat mendukung keberadaan sekolah swasta termasuk SMK swasta di Kabupaten Bandung. Hanya saja, untuk SMA/SMK menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Terima kasih, ini masukan yang sangat luar biasa. Dan insya Allah semua usulan, akan saya sampaikan ke provinsi karena memang kewenangan SMA/SMK ini ada di pemerintah provinsi,” ujar Kang DS, sapaan akrab Bupati.

“Saya bukan enggak sayang ke SMA/SMK swasta. Tapi regulasinya ada di provinsi, takutnya salah. Insya Allah akan saya sampaikan ke provinsi,” ucapnya.

Baca juga: Mahasiswa dan OKP Akan Dilibatkan dalam Musrenbangkab supaya Arah Pembangunan Sesuai Kebutuhan Masyarakat  

Kang DS pun tak memungkiri peran penting sekolah-sekolah swasta dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Sebab, tanpa kehadiran sekolah swasta, pemerintah akan kesulitan meningkatkan rata-rata lama sekolah akibat kurangnya sekolah.

“Kalau anak-anak lulusan SMP tidak melanjutkan sekolah, akibatnya terjadi pernikahan dini. Pernikahan dini menyebabkan terjadinya stunting. Saya justru mendorong ada 28 sekolah lagi, tidak hanya negeri, tapi sekolah swasta juga,” ungkap Kang DS.

Ia juga menyambut baik keinginan kolaborasi antara sekolah SMK di Kabupaten Bandung dengan Pemkab Bandung. Sebab, pihaknya memiliki berbagai program yang selaras dengan upaya peningkatan kualitas SDM maupun lapangan kerja.

Target 10 ribu lapangan kerja

Salah satu yang dapat dikolaborasikan adalah pemenuhan lapangan kerja dan wirausahawan muda yang dicanangkan Bupati Dadang Supriatna yang dapat diisi oleh para siswa lulusan SMK.

Baca juga: Hindari Pembuatan Senpi Rakitan, Koperasi Galumpit Jaya Abadi Cileunyi, Larang Keras Anggotanya Rakit Senapan Lebih 4,5 Milimeter

“Saya punya target penciptaan 10 ribu lapangan kerja dan wirausahawan muda. Belum lagi saya sudah MoU dengan Jepang, mereka membutuhkan banyak tenaga kerja tiap tahun. Ini peluang SMK untuk menciptakan anak-anak siap kerja dan jadi pengusaha,” ucapnya.

Selain itu, Pemkab Bandung pun telah melakukan MoU dengan 157 perusahaan di Kabupaten Bandung untuk mengutamakan menyerap tenaga kerja asli Kabupaten Bandung termasuk para siswa lulusan SMK.

“Jadi saya dorong SMK bekerjasama dengan Disnaker. Banyak sekali yang dapat dikolaborasikan. Jepang butuh 300 ribu orang. Kalau SMK siap, sata siap kirim lulusan SMK ke Jepang,” ujar Kang DS. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *