Longsor di Pangalengan, Tiga Rumah Rusak, Kerugian Materi Sekira Rp150 Juta

Longsor di Pangalengan, Tiga Rumah Rusak, Kerugian Materi Sekira Rp150 Juta. (Irsyad/JurnalJabar.com)

JURNAL JABAR – Tiga rumah warga di Kampung Cisurili RW 13, Desa/Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung rusak parah, akibat longsor, Kamis, 30 Oktober 2025 sore.

Selain rusak, dua rumah lainnya terancam akibat longsoran tanah dari tebing sekitar pemukiman warga.

Tidak ada korban jiwa akibat bencana alam tersebut. Hanya saja, warga dihantui rasa was-was dan khawatir terjadi longsor susulan. Terlebih dalam sepekan ini, intenaitas curah hujan di wilayah itu meningkat.

Baca juga : Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bandung dan 37 Perusahaan Buka Lowongan Kerja di Job Fair Spirit Bedas 2025

Penanganan cepat

Menanggapi bencana longsor itu, Kepala Desa Pangalengan Agus Supriatna mengatakan, laporan situasi bencana (lapsit mitigasi) telah dibuat.  Upaya  penanganan pun  dilakukan dengan cepat,  melalui sinergi lintas unsur.

“Penanganan longsor di Kecamatan Pangalengan langsung dilaksanakan secara cepat. Penanganannya  melibatkan aparatur kecamatan, polsek, koramil, pemerintah desa serta relawan.

“Untuk longsor di Cisurili, hari Sabtu besok akan dilaksanakan kerja bakti bersama. Sementara bantuan untuk keluarga terdampak sudah diserahkan hari Jumat,” ujarnya.

Baca juga: Bupati Bandung Kang DS Sebut 28 Desa di Kabupaten Bandung Masuk Peta Kerawanan Pangan  

Adapun kebutuhan mendesak di lapangan saat ini, kata Agus, mencakup terpal dan karung, dengan kebutuhan sekitar 500 karung tanah untuk memperkuat penahan tanah sementara.

Selain di permukiman warga, longsor juga terjadi di ruas jalan provinsi yang melintasi wilayah Pangalengan.

Pemerintah desa bersama tim gabungan,  telah melakukan penebangan pohon bambu yang banyak menghalangi ruas jalan. Hal itu,  guna memperlancar akses kendaraan.

Kerugian materi

Sebelumnya, laporan resmi dari Satuan Tugas Desa Tangguh Bencana (Destana) Pangalengan menyebutkan total kerugian akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp150 juta dengan 20 jiwa terdampak.

Baca juga: MBG di Ujungjaya Dihentikan Sementara, Dony: Seluruh Biaya Pengobatan Ditanggung Pemda

Laporan kejadian telah diteruskan kepada BPBD, Dinas PUTR, Disperkimtan, Dinas Sosial, PMI, dan Baznas Kabupaten Bandung. Pelaporannya,  melalui camat Pangalengan untuk penanganan lanjutan dan dukungan bantuan.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Sebab,  curah hujan saat ini masih tinggi yang berpotensi menimbulkan bencana susulan,” ucap Agus.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *