JURNAL JABAR – Angka harapan hidup masyarakat Kabupaten Bandung, saat ini naik menjadi 75,70 tahun.
Kenaikan angka harapan hidup itu, salah satunya setelah Pemkab Bandung membangun enam rumah sakit, antara lain RSUD Arjasari, Cimaung, Pacira, Tegalluar, Kertasari dan Cimenyan.
“Alhamdulillah, angka harapan hidup masyarakat Kabupaten Bandung saat ini sudah mencapai 75,70 tahun. Ini bukan angka asal-asalan, tapi hasil dari indikator kesehatan yang terus kami perbaiki,” ujar Bupati Bandung Dadang Supriatna
Bupati yang yang akrab disapa KDS (Kang Dadang Supriatna) itu menjelaskan, Kabupaten Bandung memiliki 3,79 juta jiwa penduduk, 62 puskesmas dan 9 rumah sakit. Dengan jumlah penduduk sebesar itu, dibutuhkan sekitar 3.700 tempat tidur.
“Oleh karena itu, ia meminta seluruh rumah sakit terus meningkatkan pelayanan dan mengatasi kesenjangan yang masih ada,” tuturnya.
Pembangunan Kesehatan
Pembangunan kesehatan, lanjutnya, menjadi salah satu fokus kepemimpinannya. Empat komponen kesehatan yang harus diperhatikan ASN, yakni sehat fisik, spiritual, sosial dan finansial.
Lebih jauh KDS mengatakan, Pemkab Bandung berharap ASN semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh, memperkuat integritas, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Untuk sehat fisik, KDS mendorong ASN aktif berolahraga, termasuk melalui FORMI. Sementara untuk sehat spiritual, ia menekankan pentingnya agama sebagai benteng mental.
Baca juga: Kuota Diprediksi Habis Awal Desember, Pemkab Bandung Waspadai Kelangkaan Pertalite dan Biosolar
Menurutnya, lemahnya spiritual dapat berdampak pada gangguan mental dan perilaku destruktif. “Tanpa agama, kita akan rusak. Manusia tidak sempurna kalau tanpa agama,” katanya menegaskan.
Pada aspek sosial, KDS menegaskan seluruh ASN wajib membayar pajak. Pasalnya, pajak menjadi salah satu jalan pemerataan kesejahteraan.
“Saya tegaskan, kalau ada ASN yang tidak bayar pajak, itu tidak bisa dibiarkan. Pajak itu bagian dari tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Peduli Lingkungan Sekitar
Ia juga mendorong ASN untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Melalui Baznas, ASN Kabupaten Bandung tercatat menyalurkan zakat profesi sebesar Rp1,2 miliar per bulan.
Bupati meminta jajarannya menyiapkan mekanisme penyaluran bagi warga yang membutuhkan, termasuk bantuan beras dan BPJS.
“Setiap bulan, Baznas menampung zakat profesi ASN kita Rp1,2 miliar. Ini luar biasa. Silakan warga yang membutuhkan bersurat ke Baznas,” ujarnya.***












