JURNAL JABAR – Perkumpulan Pendidik Broadcasting dan Film (Perdibrofi) Jawa Barat, menggelar program FOKUS (Forum Obrolan Kompetensi dan Update Skill) edisi perdana di Bandung, Rabu, 28 Januari 2026.
Acara bertema “Proses Kreatif Praktik Dokumenter Berbasis AI” itu, dilaksanakan secara daring.
Program tersebut menjadi ruang dialog dan berbagi praktik bagi pendidik serta praktisi di bidang penyiaran dan perfilman.
Baca juga: Sidang di Era Kamera: Ketika Hukum Menjadi Tontonan
Khususnya, dalam merespons perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) yang kian memengaruhi proses produksi film dokumenter.
Gelaran acara FOKUS #1, menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Dr. Firdaus Azwar Ersyad, M.Sn, Dosen Seni Rupa Telkom University.
Selain itu, Yudi Yuli Krisna, S.Fil., I, S.Kom., Gr, Koordinator Wilayah Perdibrofi Jawa Barat dan Reka Alfiyah Fajra, S.Sn, Koordinator Riset filmscholar.id.
Diskusi dipandu oleh moderator, Tepy Oktari, S.I.Kom., M.A.P, Sekretaris Wilayah Perdibrofi Jawa Barat.
Kegiatan itu, diikuti 47 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berasal dari Padaherang, Surakarta, Sumenep, Padang dan Tangerang.
Ada pula dari Garut, Sumedang, Bandung, Purwakarta, Sukabumi, Boyolangu, Blitar, Solok, Pekanbaru, Bungku Utara dan Pulau Punjung.
Baca juga: Bodebek dan Bandung Raya Masih Jadi Destinasi Favorit bagi Wisnus
Upaya Kolaboratif

Menurut penggagas program FOKUS, Firdaus Azwar Ersyad, forum itu diinisiasi sebagai upaya kolaboratif untuk mendorong pengembangan kompetensi pendidik broadcasting dan film.
“Sekaligus juga, untuk memperkuat kapasitas profesional melalui diskusi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap, FOKUS dapat menjadi ruang belajar bersama yang relevan dengan perkembangan industri. “Terutama, dalam memahami praktik produksi film dokumenter berbasis AI,” ujarnya.
Baca juga: Sampahku Sampahmu, Sampahmu Sampahku
Sementara itu, Koordinator Wilayah Perdibrofi Jawa Barat, Yudi Yuli Krisna, menyambut baik pelaksanaan program tersebut.
Ia berharap FOKUS dapat digelar secara rutin sebagai agenda bulanan. “Sehingga, bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi publik,” ucapnya
Berpotensi Diterapkan dalam KBM
Respons positif pada gelaran acara itu, disampaikan salah seorang peserta, yakni Reni Sumartini, S.Sos., Gr, dari SMK Negeri 1 Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Reni mengatakan, materi yang disampaikan relevan dengan tantangan pembelajaran saat ini, khususnya bagi guru SMK bidang broadcasting dan film.
Menurutnya, pemahaman mengenai praktik dokumenter berbasis AI, membuka perspektif baru dalam proses kreatif.
“Praktik itu, berpotensi diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) agar siswa lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan industri kreatif,” tutur Reni.***












